Dirosah Islamiyah
Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad

EID MUBARAK

1 / 33

Hari yang Menguji

Hari raya bukan hanya hari bahagia. Ia juga menjadi cermin: apakah Ramadhan benar-benar mengubah hati kita.

Takbir

Takbir yang kita ucapkan seharusnya membuat kita sadar—betapa kecilnya diri di hadapan Allah.

Ramadhan yang Pergi

Ramadhan telah berlalu. Namun yang terpenting bukan itu, melainkan apakah kita ikut berubah setelahnya.

Fitrah

Kembali kepada fitrah bukan berarti menjadi tanpa dosa, tetapi menjadi lebih jujur melihat diri di hadapan Allah.

Kemenangan

Hari raya bukan kemenangan atas lapar dan haus, melainkan kemenangan ketika hati mulai tunduk kepada Allah.

Harapan

Di hari ‘Id seorang mukmin tidak hanya bergembira, tetapi juga berharap agar Allah menerima amalnya.

Yang Tersisa

Ramadhan mungkin telah pergi, tetapi semoga yang tersisa adalah hati yang lebih takut kepada Allah.

Pertemuan

Kita saling berjumpa di hari raya. Namun yang lebih penting adalah berharap bertemu di Surga.

Kesadaran

Hari raya mengingatkan bahwa semua amal kita tetap bergantung pada rahmat Allah.

Doa Seorang Hamba

Tidak ada yang lebih diharapkan di hari ini selain satu doa: semoga Allah menerima amal kita semua.

Syukur

Hari raya mengajarkan syukur—bahwa Allah memberi kesempatan kepada kita beribadah selama Ramadhan.

Ramadhan dalam Hati

Ramadhan boleh pergi dari kalender, tetapi jangan sampai ia pergi dari hati.

Keikhlasan

Amal yang kecil bisa menjadi besar ketika dilakukan dengan keikhlasan.

Hati yang Lembut

Ramadhan melembutkan hati. Hari raya seharusnya menjaga kelembutan itu tetap hidup.

Kembali kepada Allah

Hari raya bukan sekadar tradisi, tetapi pengingat bahwa perjalanan hidup kita tetap menuju Allah.

Kesempatan Baru

‘Idul Fitri seperti halaman baru. Ia mengingatkan kita untuk memulai kembali dengan hati yang lebih bersih.

Takut yang Menyelamatkan

Seorang mukmin bergembira di hari raya, namun tetap menyimpan rasa takut: apakah amalnya diterima.

Persaudaraan

Hari raya mempertemukan banyak hati. Semoga pertemuan itu menguatkan persaudaraan karena Allah.

Kehidupan Setelah Ramadhan

Jika Ramadhan melatih kita taat, maka hari raya menguji apakah kita mampu menjaga ketaatan itu.

Harapan yang Tidak Padam

Seorang mukmin tidak putus harapan. Di hari raya ia berharap Allah menerima amalnya dan mengampuni dosanya.

Takbir di Malam ‘Id

Perbanyak takbir sejak malam ‘Id sebagai bentuk syukur kepada Allah setelah Ramadhan.

Menyambut Pagi ‘Id

Disunnahkan mandi sebelum berangkat shalat ‘Id sebagai bentuk memuliakan hari raya kaum muslimin.

Menampakkan Nikmat Allah

Kenakan pakaian terbaik tanpa berlebihan sebagai tanda syukur atas nikmat Allah.

Wewangian bagi Laki-laki

Laki-laki dianjurkan memakai wewangian ketika keluar menuju shalat ‘Id.

Makan Sebelum Shalat ‘Id

Pada ‘Idul Fitri disunnahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke shalat ‘Id.

Menuju Tempat Shalat

Jika memungkinkan, berjalan kaki menuju tempat shalat ‘Id agar langkah menuju kebaikan semakin banyak.

Menghidupkan Jalan dengan Takbir

Perbanyak takbir dari rumah hingga tiba di tempat shalat ‘Id sebagai bentuk mengagungkan Allah.

Tempat Shalat ‘Id

Shalat ‘Id disunnahkan dilaksanakan di lapangan sebagai syiar kaum muslimin.

Wanita Menghadiri ‘Id

Wanita juga dianjurkan menghadiri shalat ‘Id, bahkan yang sedang haid tetap hadir tanpa ikut shalat.

Jalan Berbeda Saat Pulang

Disunnahkan mengambil jalan berbeda ketika pulang dari tempat shalat ‘Id.

Tidak Ada Shalat Sunnah

Tidak Ada shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat ‘Id di tempat shalat.

Tahniah Kaum Muslimin

Para sahabat saling mengucapkan: “Taqabbalallahu minna wa minkum.” Semoga Allah menerima amal kami dan kalian.

PRESENTED BY
www.dirosahislamiyah.com
"Semoga dipertemukan dengan kebaikan dan pelengkap iman di hari yang fitri ini."
Kirim Kartu Ucapan Antum di Sini